Teh oolong adalah jenis teh tradisional yang datang dari Tiongkok, negara penghasil teh terbesar di dunia.
Seperti halnya teh yang lain, misalnya teh hitam atau teh hijau, teh oolong juga berasal dari daun Camellia Sinensis.
Lalu, sebenarnya apa itu teh oolong, dan apa bedanya dengan teh hitam dan teh hijau? MOMOYO akan berikan jawabannya untukmu berikut ini!
Apa Itu Teh Oolong?
Teh oolong adalah teh yang telah melalui proses semi-oksidasi, yang membedakannya dengan teh hijau dan teh hitam.
Teh hijau tidak dioksidasi, sementara teh hitam dioksidasi secara menyeluruh. Nah, teh oolong di tengah-tengahnya, sebab ia hanya dioksidasi sebagian.
Selain itu, tak seperti pada jenis teh lain yang memilih pucuk daun yang lebih muda, teh oolong justru menggunakan daun yang lebih matang, sehingga dipanen lebih lambat demi menghasilkan kedalaman rasa yang sempurna.
Jenis-Jenis Teh Oolong
Teh oolong memiliki banyak varietas yang berasal dari berbagai daerah di China dan Taiwan. Setiap jenis menawarkan karakter rasa, aroma, serta tingkat oksidasi yang berbeda. Berikut beberapa jenis teh oolong yang paling populer.
Tie Guan Yin

Tie Guan Yin merupakan salah satu jenis teh oolong paling terkenal yang berasal dari Provinsi Fujian, China. Teh ini dikenal dengan aroma floral yang harum serta rasa yang lembut dan sedikit manis. Tingkat oksidasinya cenderung lebih rendah sehingga menghasilkan warna seduhan yang cerah dan menyegarkan. Karakter rasanya yang ringan membuat Tie Guan Yin menjadi pilihan yang cocok bagi pemula yang baru mulai menikmati teh oolong.
Da Hong Pao

Da Hong Pao berasal dari Pegunungan Wuyi, China, dan termasuk salah satu teh oolong premium yang terkenal di dunia. Teh ini memiliki proses pemanggangan yang menghasilkan aroma roasted yang khas dengan sentuhan rasa mineral dan sedikit karamel. Dibandingkan jenis lainnya, Da Hong Pao memiliki cita rasa yang lebih kuat dan kompleks. Teh ini sering dipilih oleh penikmat teh yang menyukai karakter rasa yang lebih kaya.
Dong Ding

Dong Ding merupakan teh oolong khas Taiwan yang memiliki tingkat oksidasi sedang. Rasanya seimbang dengan perpaduan aroma bunga, sedikit rasa creamy, dan aftertaste yang lembut. Daun tehnya biasanya dipanggang ringan sehingga menghasilkan aroma yang hangat tanpa menghilangkan kesegaran alaminya. Dong Ding cocok dinikmati kapan saja, baik pada pagi maupun sore hari.
Oriental Beauty

Oriental Beauty dikenal sebagai salah satu jenis teh oolong dengan cita rasa yang unik. Keistimewaannya berasal dari proses alami ketika daun teh digigit oleh serangga kecil sebelum dipanen, sehingga menghasilkan aroma madu dan buah yang khas. Warna seduhannya cenderung lebih gelap dengan rasa manis alami yang lembut. Karakter tersebut membuat Oriental Beauty banyak diminati oleh pencinta teh premium.
Milk Oolong

Milk Oolong terkenal berkat aroma creamy yang menyerupai susu dan teksturnya yang lembut di lidah. Meski memiliki nama “milk”, teh ini umumnya tidak mengandung susu, melainkan berasal dari varietas daun teh tertentu dan teknik pengolahan yang menghasilkan aroma khas tersebut. Rasanya ringan dengan sentuhan floral dan sedikit buttery. Selain diseduh secara tradisional, jenis teh ini juga sering digunakan sebagai bahan dasar fusion tea dengan tambahan susu, buah, atau bahan lainnya.
Berapa Kandungan Kafein Teh Oolong?
Secara umum, teh oolong memiliki kandungan kafein tingkat sedang. Jumlah pastinya dapat berbeda tergantung jenis daun teh, tingkat oksidasi, dan lama penyeduhan. Dibandingkan teh hijau, kandungan kafein oolong umumnya lebih tinggi, tetapi sering kali masih setara atau sedikit lebih rendah dibanding beberapa jenis teh hitam.
Studi komparatif yang dilakukan oleh Rahmah, Setiawan, dan Yusuf (2023) mengungkapkan perbedaan signifikan pada kadar kafein dalam tiga jenis teh.
Melalui proses ekstraksi yang direplikasi tiga kali, ditemukan bahwa teh oolong memiliki konsentrasi kafein tertinggi, yakni rata-rata mencapai 240 mg (0,120%). Angka ini lebih tinggi dibandingkan teh hitam yang berada di kisaran 150-160 mg, dan teh hijau yang memiliki kadar terendah, yaitu sekitar 110 mg (0,055%).
Jadi, untuk memenuhi kebutuhan kafein selain kopi, kamu bisa menjatuhkan pilihan alternatif yang menggunakan teh oolong.
Perbedaan Teh Oolong, Teh Hijau, dan Teh Hitam
Sebagai salah satu jenis teh yang populer, tak sedikit orang yang sulit membedakan terutama jika disandingkan dengan black tea. Nah, untuk mengatasi hal itu, kamu bisa menyimak perbedaan teh oolong, teh hijau, dan teh hitam berikut ini:
| Aspek | Teh Hijau (Green Tea) | Teh Oolong (Wulong) | Teh Hitam (Black Tea) |
| Proses Oksidasi | Tidak Teroksidasi (0%) | Semi-Oksidasi (Sebagian) | Teroksidasi Penuh (100%) |
| Warna Seduhan | Hijau kekuningan / Bening | Kuning emas hingga cokelat muda | Merah tua hingga cokelat pekat |
| Rasa | Segar, grassy (rumput), nabati | Kompleks, floral (bunga), creamy | Kuat (bold), malty, manis |
| Kafein | Rendah – (110 mg (0,055%) | Sedang (150-160 mg) | Tinggi – 240 mg (0,120%) |
Manfaat Teh Oolong
Dikutip dari Tea Drops, berikut beberapa manfaat teh oolong yang perlu kamu tahu:
1. Menurunkan Berat Badan
Teh oolong menjadi solusi ampuh bagi siapa pun yang sedang menjalani program diet karena kemampuannya dalam mempercepat metabolisme tubuh.
Kandungan kafein dan enzim aktif di dalamnya bekerja secara kompak untuk mendorong oksidasi lemak.
Bahkan sebuah penelitian menunjukkan efektivitasnya dalam mengurangi lemak di area perut.
Dengan meningkatkan pengeluaran energi tubuh, konsumsi teh ini secara rutin dapat membantu mencapai berat badan dengan lebih efisien.
2. Meningkatkan Kualitas Tidur
Meskipun merupakan jenis teh, oolong justru memiliki khasiat unik untuk menenangkan pikiran dan membantu mengatasi masalah susah tidur. Hal dikarenakan kandungan asam amino bernama L-theanine yang berfungsi merangsang gelombang alfa di otak, menciptakan efek relaksasi yang dalam dan mengurangi tingkat stres.
Efek menenangkan ini membantu tubuh beristirahat lebih cepat dan menjadikan kualitas tidur lebih nyenyak di malam hari.
3. Menjaga Kesehatan Usus dan Pencernaan
Teh oolong berperan penting dalam memelihara keseimbangan ekosistem dalam perut dengan cara mendorong pertumbuhan bakteri baik atau mikrobioma usus. Keseimbangan bakteri ini sangat krusial, sebab tidak hanya untuk kelancaran pencernaan, melainkan juga sebagai kerangka utama sistem kekebalan tubuh yang kuat.
Dengan usus yang sehat, penyerapan nutrisi menjadi lebih optimal dan pertahanan tubuh terhadap penyakit ikut meningkat.
3. Menurunkan Risiko Diabetes Tipe-2
Manfaat teh oolong yang berikutnya menawarkan perlindungan signifikan terhadap risiko diabetes, khususnya tipe-2.
Studi menunjukkan bahwa konsumsi rutin teh ini selama jangka waktu tertentu, misalnya 30 hari, dapat membantu menurunkan kadar glukosa dalam darah secara efektif. Kemampuan ini menjadikan teh oolong sebagai pilihan minuman yang aman dan bermanfaat bagi mereka yang perlu mengontrol kadar gula darah.
4. Memperkuat Sistem Imunitas Tubuh
Sebagai benteng pertahanan kesehatan, teh oolong diperkaya dengan ragam antioksidan polifenol seperti theaflavins, thearubigins, dan EGCG. Konsentrasi antioksidan yang tinggi ini bekerja melawan radikal bebas yang merusak sel, sehingga daya tahan tubuh menjadi lebih tangguh dalam menangkal berbagai penyakit. Bahkan, beberapa penelitian menempatkan teh oolong sebagai salah satu varian teh dengan kadar antioksidan yang lebih unggul dibandingkan jenis lainnya.
Coba Teh Oolong di MOMOYO Sekarang!

Itulah tadi ulasan seputar teh oolong, varian teh tradisional asal Tiongkok dengan rasa yang khas.
Kalau penasaran dengan variasi rasanya yang beragam lantaran proses oksidasinya yang juga berbeda, salah satu spot teh oolong yang bisa kamu datangi adalah gerai MOMOYO.
Di MOMOYO, ada minuman teh yang diracik dengan teh oolong. Pada series Milk Tea, kamu bisa memesan Milk Tea atau Aren Milk Tea, dengan kreasi kreatif MOMOYO.
Kamu bisa sesuaikan sendiri tingkat kemanisannya, jadi tidak khawatir kalau rasanya akan terlalu manis.
Ayo, rasakan keunikan rasa teh oolong di gerai MOMOYO terdekatmu!